Berat


Judul : Berat
Oleh : RR

Aku benci mendaki, perjalanan tengah malam untuk mengejar sunrise di pagi hari,di kerubungi nyamuk dan kadang lalat hutan yang entah dari mana datangnya saat ini terasa amat banyak, lalu dengan tubuhku yang kecil ini harus mengangkat ransel berat di punggung, bahkan ketika baring pun tas berat ini tetap harus ku gendong.

Aku lelah, dan mulai kubayangkan kasur dirumahku. Rasanya pasti nyaman dan lembut. Sama seperti rasa terakhir aku tiduran sebelum pergi mendaki.

Ku katakan pada rekan ku untuk gantian menggendong ransel.bertukar posisi pada dia yg membawa peralatan mencari jalan seperti memegang senter dan parang anehnya ada cangkul juga. Oh iya, kami kan akan melakukan reboisasi hutan.
"Bleh, gantian lah berat nie tas, gak sanggup lagi bahu bawanya". Aku mengelap keringatku,tas yg kubawa mulai terasa dingin mungkin akibat udara subuh dipegunungan.

"Bentar lagi ini kita di puncak. Tahan bentar lah.kita harus balik sebelum matahari terbit". Rekan ku berkata serius dan sedikit bergetar. Mungkin ia kedinginan.

Tapi aku terheran,bukankah kita kesini untuk matahari terbit?. Tapi aku enggan bertanya. Aku ingin cepat cepat pulang. Bukan ingin cepat cepat ke puncak.

"Ingat, ini terakhir kita bertemu, lupakan kejadian ini dan kita jalani hidup kita masing masing".

Satu bulan setelah pendakian itu kulalui rutinitas biasa,tapi aku tidak bahagia karna aku harus menanggung sakit dipunggung seakan berat tas ransel itu tidak kunjung selesai. Bahkan ketika tidur pun aku masih merasa sedang mendaki .

Lalu disini lah aku sekarang. Sebuah kayu tertancap di antara selangkanganku hingga tembus ke mulutku. Tubuhku bergelantung di jurang yg sepi. Dan menunggu mati. Seakan memoriku membawa ke satu tahun silam di puncak sana bersama rekanku,membiarkan seorang gadis mati perlahan di punggungku,setelah kami nikmati berkali kali dan menanamnya di bawah pohon kesunyian. Diatas sana. Tak ada yang tahu.

Dan sekarang anehnya punggungku tanpa beban tas ransel lagi. Telah Terganti oleh sakit luar biasa sakit. Sama seperti gadis itu. Tubuhku tergelantung diatas sini dan tak ada yang tahu.

2 Responses to "Berat"

  1. Syereeeem..!! Cerita riddle kan ya?
    .
    .
    Apa ini kisah nyata??
    #bercandahehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo kisah nyata aku jadi pembunuhnya?😂😂

      Hapus